Ipung

December 25th, 2008

IpungSekitar satu bulan yang lalu, kami meminjam sebuah novel dari Pondok Baca ini. Judulnya Ipung, karya budayawan Prie GS.  Sebenarnya, novel ini sudah lama direkomendasikan oleh teman yang satu ini.  Katanya, seru banget!  Tapi, ya kemarin2  baru kesampaian untuk membacanya.

Novel Ipung mengambil tema kehidupan remaja, namun memiliki nuansa yang berbeda dengan cerita biasanya.  Tokoh utamanya, sesuai dengan judul, Ipung seorang siswa SMA unggulan di Kota Solo yang berasal dari desa kecil. Di tengah gemerlapnya lifestyle teman-temannya, Ipung tetap setia dengan kesederhanaannya.  Ia tidak pernah minder dengan semua kekurangan ekonomi yang dimilikinya.  Namun,  karena sikapnya itulah, seluruh sekolah mengenal siswa nyentrik yang bernama Ipung: cuek, berani, cerdas dan sedikit arogan.

Serasa bernostalgia lagi dengan suasana SMA yang penuh gosip, intrik (antar siswa, siswa-guru, bahkan antar guru)  dan masalah khas ABG lainnya.  Dari keseluruhan cerita, cukup seru meski ada beberapa yang aneh. Misalnya, kok ada murid SMA punya karakter sekuat Ipung yang revolusioner, heroik, meski dengan penampilan jauh dari standar ideal remaja: kumel, kurus, dan bersepeda tua. Tapi tetap lumayan inspiratif kok, Ipung ini berhasil sugih tanpa banda.

Cerita berdua , ,

Omelete Spesial Ala Parabon

December 18th, 2008

Pagi tadi, giliran sang suami yang memasak. Menu yang dihadirkan adalah omelete spesial. Adapun bumbu dan bahan yang digunakan adalah:

  • Mie, awalnya mau dibuat buat sahur (sekarang hari kamis, maunya puasa sunnah) tapi ternyata terlambat. Adzan subuh terlebih dahulu berkumandang. Batallah niat berpuasa. Mienya ternyata kurang sedap. Jadilah mie ini jadi bahan pertama.
  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Garam dan gula
  • Sayur sawi, sudah agak layu
  • Telur
  • Tepung terigu

Bumbu-bumbu dihaluskan, kemudian dicampur dengan mie, tepung terigu dan telur. Tambahkan sayur sawi yang dipotong-potong. Aduk sampai rata.

Ada tiga cara penggorengan yang digunakan pagi ini.

  • Dengan minyak yang banyak, sepertinya kurang berhasil karena adonan menjadi hancur ketika digoreng
  • Dengan minyak sedikit, seperti telur dadar
  • Dengan margarin, ini yang paling enak dan paling cantik penampilannya

Omelete dimakan dengan nasi yang baru masak dan kecap manis. Tetep enak kok, selama ada dia.

Cerita berdua , ,

Rumah-rumahku [2]

December 12th, 2008

Lanjutan dari sini

KBB I/50
Kosan kedua, tentu saja full putri. Memutuskan pindah ke kosan ini setelah dibujuk oleh temen-temen satu aktivitas. Hmm, ini kosan paling rame, isinya aja 20 orang. Mau rajin tilawah atau sholat berjamaah, ada temennya. Mau rajin nonton film (dorama sampai naruto), ada temennya juga. Di sini, aku hidup bareng dhian, fani, reni, ajeng, dan kawan-kawan. Ga ketinggalan, ditemani oleh Mbak Ira yang baiiik banget. Aku betah tinggal di sini tapi sayang, ga ada teman satu jurusan. Pas mau masuk tingkat empat, akhirnya tergoda lagi untuk pindah ke kosan yang didominasi teman-teman sejurusan.

Cisila 40B
Semakin jauh dengan kampus, airnya semakin dingin. Isinya mahasiswa tingkat empat semua, hehe.. Tambah manja di kosan ini, ada internet 24 jam, ada Bibi yang masakannya enak, dan juga baiiiik banget. Rencana awal, setelah lulus mau tetap tinggal di sini tapi takdirNya berkata lain :) Dengan tiba-tiba, memutuskan pindah kost dan mencari tempat baru sendirian. Akhirnya, ketemu deh kontrakan hijau yang semakin menjauhi kampus. Naik-naik, ke jalan Dago.

Gg.Parabon 13
Di sini, kehidupan baru dimulai. Alhamdulillah. Warnanya hijau. Di teras, banyak pohon kecil-kecil: kaktus bonsai (ini jualannya Aa pemilik kontrakan), tanaman merambat, dkk. Katanya, mau ditambah dua pot untuk cabe dan tomat. Senangnya…

Cerita Novi , ,

Kisah Bambu dan Pakis

December 12th, 2008

Ada sebuah cerita menarik dan menginspirasi tentang hidup yang aku dapat dari milis pengusaha muslim. Semoga bermanfaat dan menginspirasi. Pelajaran menarik dari cerita ini adalah sesulit apapun keadaan yang dialami, jangan pernah menyerah. Kesulitan dan kegagal adalah sarana bagi manusia untuk bejalar menjadi lebih baik. Allah tidak pernah memberikan ujian bagi makhluknya melebihi kemampuan makhluknya tersebut. Read more…

Cerita orang lain

Kejutan Idul Adha

December 10th, 2008

Hari ini baru pulang dari Tasik. Ini pertama kalinya aku merayakan Idul Adha bersama dengan sebuah keluarga, tiga lebaran qurban sebelumnya aku merayakan sendirian di Bandung. Dulu, cari sarapan aja sulit karena semua warung tutup. Kemarin, banyak sekali makanan :). Tapi ada yang aneh, keluargaku kemarin dapat banyak banget bagian daging kurban. Si ’dia’ yang qurban di Tasik malah dapet berkilo2, terus aku yang udah diakui sebagai kepala keluarga juga dapet satu bagian, bapak dapet tiga bagian karena ikut mengurus distribusi qurban dan meminjamkan terpal. Sorenya, aku menonton acara di televisi yang membahas pendistribusian daging qurban. Aku sih setuju dengan visi rumah zakat yang bertujuan meratakan distribusi qurban supaya tidak menumpuk di sebuah daerah saja.


Sesampai di Bandung, aku mendapat kejutan dari ‘dia’, sebuah jas hujan. Katanya biar aku ga kehujanan kalo naik sepeda. Yup, ga takut lagi naik sepeda walau hujan datang. Thanks honey….

Cerita Wisnu , ,

Rumah-rumahku

December 5th, 2008

Ini dia tempat-tempat yang pernah (dan masih) aku tinggali, selama merantau di kota kembang.

Plesiran
Kosan pertama. Karena masih buta dengan kota Bandung, kosan ini paling susah nyarinya. Berjuang berdua dengan Ibu, menjelajahi gang-gang di daerah Taman Hewan dan Plesiran. Alhamdulillah akhirnya nemu kosan yang baru dibangun, di ujung Jl. Plesiran ke arah Cihampelas. Ternyata aku menjadi calon penghuni pertama di kosan itu.
“Pak, nanti jadi kosan putri kan Pak?”
“Iya Neng..”
Ok, aku pilih kamar urutan kedua.

Hari pindahan pun tiba. Angkat barang-barang, terus beres-beres dibantu Ibu dan Om. Lho, lho.. Kok di kamar depan ada cowok-cowok?
“Kos di sini?”
“Iya.”
“Lho, katanya dulu ini kosan putri…”
Aku dan Ibu langsung protes ke Bapak Kos, kenapa jadi campur?? Karena ga ada lagi yang mau ngekos di situ selain dua orang cowok itu, akhirnya Bapak Kos memutuskan untuk menjadikannya kost putra putri. Kasian juga Bapaknya, udah mahal-mahal bangun kost baru… Aku pun melunak dan terlanjur juga, udah bayar penuh untuk satu tahun. Tapi untungnya dua teman kosku itu baik-baik. Dan untungnya lagi, aku berhasil mengajak satu orang teman untuk menemaniku kost di sana. Ribet juga sih, tinggal di kost putra-putri. Aku harus senantiasa berjilbab rapi meski cuma mau ke kamar mandi atau main ke kamar temanku yang cewek.

Setelah satu tahun bertahan, aku memutuskan pindah ke…

KBB I/50

to be continued…

Cerita Novi , ,

Enaknya Bekerja di Rumah

December 5th, 2008

Sampai saat ini, sejak aku menikah pada 24 Agustus 2008 yang lalu, aku belum bekerja tetap di suatu perusahaan atau instansi. Kebanyakan aku masih bekerja sebagai freelance dan sekarang sedang startup perusahaanku sendiri, Javan IT Services. Karena statusku bukan pegawai tetap, maka aku bisa nego kapan aku datang ke kantor. Hanya jika diperlukan saja aku datang ke kantor, rapat atau melaporkan hasil pekerjaan.

Tidak enaknya dengan sistem kerja seperti ini adalah aku tidak mendapat fasilitas sebagaimana para pegawai kantoran dapatkan, misal gaji tetap, makan siang gratis, atau yang disenangi oleh si pemilik http://bhindz.net, jus pada saat siang hari. Tapi enaknya dengan sistem kerja seperti ini, aku bisa bekerja sambil menikmati suasana rumah yang sangat mahal itu. Ketika koding ada pendamping yang menemani, kadang sebagai tester atau kadang cuman sebagai penghibur dikala otakku yang pas-pasan ini ngehang.

Yup, sampai sekarang masih menikmati bekerja di rumah walau terkadang pengen juga pergi pergi ke kantor secara rutin setiap hari.

“Sayangku, bikinin kopi dong, pusing nih habis ngarang blog yang mo diposting hari ini…”

Cerita Wisnu